Teknik Utama Untuk Mengimplementasikan Manufaktur Lean

Perusahaan lean adalah perusahaan yang menguntungkan. Untuk menjadi perusahaan seperti itu, Anda perlu merangkul filosofi dan praktik manufaktur lean. Filosofi ramping berfokus pada menghilangkan limbah untuk menciptakan nilai lebih bagi pelanggan.

Beberapa teknik manufaktur lean bersifat universal, yang berarti mereka dapat disesuaikan agar sesuai dengan proses produksi unik perusahaan. Teknik manufaktur lean yang paling umum adalah Kaizen, Kanban, dan 5S.

1. Kaizen

Kaizen adalah praktik bisnis yang berfokus pada peningkatan berkelanjutan. Kaizen mempromosikan evaluasi dan karyawan harus selalu menemukan cara untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan mereka. Filosofi Kaizen juga menekankan bahwa setiap ide karyawan penting, dan bahwa setiap orang harus terlibat dalam pengembangan Perusahaan.

Perusahaan Kaizen selalu menyambut dan tidak pernah mengeluh tentang saran untuk peningkatan atau peningkatan di semua bidang. Ini menciptakan budaya dan suasana saling menghormati dan komunikasi terbuka.

2. Kanban

Teknik Kanban menggunakan setiap alat visual yang dimungkinkan untuk mengontrol persediaan di sebuah perusahaan. Salah satu contoh dari ini adalah bahwa kartu kanban dapat ditempatkan di lokasi yang terlihat dan strategis bagi karyawan untuk melihat sebagai sinyal yang dibutuhkan oleh lebih banyak persediaan atau mereka harus diisi ulang.

Dengan proses ini, produk dirakit dan dibuat hanya ketika ada permintaan pelanggan, yang memungkinkan perusahaan untuk mengurangi limbah dan boros. Metode Kanban akan sangat responsif dan efisien karena produk hanya diproduksi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan daripada mencoba memprediksi kebutuhan masa depan mereka.

Manfaat dari manufaktur lean banyak. Mereka termasuk produktivitas yang lebih tinggi, layanan pelanggan yang lebih baik, waktu landasan atau waktu siklus yang lebih pendek, motivasi karyawan yang lebih tinggi dan lingkungan kerja yang lebih aman. Masing-masing berkontribusi pada tujuan paling penting dari manufaktur lean, yang merupakan peningkatan profitabilitas.

3. 5S

SISTEM 5S adalah metode organisasi Jepang yang berasal dari akronim lima kata “Seiti, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke”. Diterjemahkan secara berurutan, artinya menyortir, mengatur, bersinar, menstandarisasi, dan memelihara. Ini mewakili lima langkah untuk mengurangi produk limbah dan meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

Langkah pertama adalah menyingkirkan segalanya dan apa pun di kantor yang tidak perlu. Selanjutnya, pekerja harus “mengatur” atau mengatur dengan memastikan selalu ada ruang untuk barang atau elemen yang dibutuhkan dan itu di tempat yang tepat.

Definisi bersih: untuk menjaga kantor Anda tetap teratur dan selalu menjaga kantor Anda dalam kondisi bersih dan mengkilap.

Standardisasi diperlukan untuk memastikan bahwa setiap pekerjaan dilakukan secara konsisten, dan bahwa setiap pekerja dapat memenuhi tugasnya sesuai dengan deskripsi pekerjaan. Langkah terakhir bertujuan untuk memelihara dan memperkuat langkah-langkah sebelumnya. Bagi Anda yang ingin mengetahui prinsip lean manufacturing secara detail bisa klik disini