Harapan Orang Tua Untuk Memiliki Keturunan Lewat Bayi Tabung

Anak adalah sebuah karunia yang banyak diharapkan oleh pasangan suami istri yang baru menikah. Kehadiran seorang anak menjadi suatu pelengkap kebahagiaan di dalam rumah tangga, tapi sayangnya tidak semua pasangan bisa mendapat keturunan dengan mudah. Tidak bisa mempunyai anak tidak hanya karena pihak istri saja, namun juga bisa saja dari pihak suami. Penyebab dari ketidaksuburan pasangan bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor, meskipun di beberapa kasus ada yang tidak bisa dijelaskan penyebabnya, namun sangat jarang terjadi. Oleh karena itu, program bayi tabung menurut dokter aucky hinting  menjadi upaya terakhir para pasangan suami istri yang ingin memiliki keturunan, setelah berbagai macam upaya medis yang dilakukan gagal. Biasanya, pasangan yang mengikuti program bayi tabung diwajibkan untuk melalui berbagai pemeriksaan yang menyeluruh mengenai kondisi organ reproduksi keduanya. Persiapan yang satu ini sangatlah penting agar memperoleh hasil yang optimal.

Selain itu, biaya program bayi tabung yang relatif mahal serta masih sedikitnya asuransi yang mau menanggung keikutsertaan program bayi tabung, menjadi salah satu faktor penghalang bagi sebagaian pasangan suami istri. Untuk angka keberhasilan dari program bayi tabung di Indonesia sendiri mencapai sekitar 30-40%, yang tergantung pada berbagai macam faktor seperti usia pasangan tersebut, kualitas sperma, kualitas dinding rahim hingga gaya hidup. Sebenarnya, semua orang dapat mengikuti program proses bayi tabung. Karena sejatinya, program ini bertujuan untuk meningkatkan peluang kehamilan sang istri yang sulit hamil. Sehingga sudah bukan kejutan lagi jika banyak orang yang mengharapkan untuk memiliki seorang anak melalui program bayi tabung. Lalu, agar nantinya program bayi tabung dapat berjalan dengan lancar dan berhasil, alangkah baiknya untuk mengikuti beberapa syarat berikut ini:

1. Usia

Sebenarnya, usia pasangan bukanlah salah satu syarat bayi tabung yang paling utama. Tidak peduli berapa usia Anda saat ini, masih sah-sah saja untuk Anda mengkuti program bayi tabung dengan suami Anda. Namun perlu diingat jika, usia bisa memengaruhi peluang kehamilan pada seorang wanita. Hal ini karena, wanita yang berusia 30 tahun ke bawah cenderung mempunyai peluang kehamilan yang lebih tinggi, jika dibandingkan dengan yang sebesar 60 persen. Sedangkan untuk wanita yang berusia di atas 40 tahun, maka peluang untuk hamil juga akan menurun, bahkan hingga menjadi dibawah 45 persen. Karena biasanya, wanita yang berusia 40 tahun ke atas lebih membutuhkan dua hingga tiga siklus agar program bayi tabung yang mereka jalani hamil.

2. Pemeriksaan dasar

Sebelum Anda mulai mencoba bayi tabung, nantinya akan ada sejumlah pemeriksaan dasar yang perlu Anda lakukan dengan pasangan Anda. Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat apa saja yang menjadi penyebab sulit hamil serta agar bisa menentukan solusi untuk mengatasi masalah kesuburan tersebut. Biasanya pihak suami diharuskan untuk menjalani tes darah serta pemeriksaan sperma sebelum mulai menjalani proses bayi tabung. Tes darah yang dilakukan tersebut berguna untuk mendeteksi kemungkinan adanya infeksi menular seksual (IMS) pada pria yang nantinya dapat menghambat bayi tabung yang akan dilakukan.  Pemeriksaan tersebut juga dilakukan untuk menilai parameter sperma itu sendiri. Namun meski begitu, program bayi tabung juga sebenarnya tidak memerlukan sperma yang kualitasnya baik. Karena sebenarnya program bayi tabung tidaklah memerlukan banyak sperma untuk dapat menghasilkan kehamilan.

Sedangkan pemeriksaan pada pihak istri, dilakukan dengan USG. Tujuan dari pemeriksaan USG ini ialah agar dapat melihat kemungkinan adanya kelainan yang terdapat pada organ kandungan, baik itu rahim, ovarium, maupun organ reproduksi yang lainnya. Dan jika seandainya ditemukan terdapat kista cokelat, pembengkakan saluran telur, maupun polip di dalam rahim, hal tersebut haruslah diatasi terlebih dahulu sebelum melakukannya. Dan jika seandainya nanti ditemukan terdapat miom maupun kista cokelat yang besarnya lebih dari 4 sentimeter serta akan bisa mengganggu rongga rahim, maka miom pun akan segera diangkat terlebih dahulu. Dan selain melakukan pemeriksaan USG, pihak wanita juga biasanya membutuhkan pemeriksaan hormonal serta pemeriksaan darah, sama halnya dengan yang sering dilakukan oleh pria. Hal yang satu beramanfaat untuk melihat kemungkinan terjadinya infeksi menular seksual yang bisa saja mengganggu proses bayi tabung tersebut.